Rusdiawan’s Blog, The Soul Voyager

Izinkan kami menang Ya Allah…..

April 7, 2009 · 1 Komentar

bismillaahirrohmaanirrohiim

Izinkan kami menang Ya Allah…..

Malam itu, tiba-tiba saja

rasa mengantuk datang

Menyelimuti semua pasukan perang Badar

Tidak ada yang luput dari “serangan ngantuk”

Hebat tersebut.

Padahal besok mereka semua akan berperang

Melawan pasukan musyrikin Quraisy.

Wajah-wajah lelah mereka berubah

Menjadi wajah-wajah syahdu, mereka tenang

Dalam tidurnya. Mereka sedang

Menikmati pertolongan Allah SWT yang bernama

“mengantuk”

Diam-diam, Rasulullah SAW keluar dari kemahnya

Ditengah keheningan malam yang sejuk

Beliau melewati dan menatap satu-persatu sahabatnya yang

Sedang damai dalam tidurnya.

Beliau menatap sayang dan cinta

Semua sahabatnya yang sudah lelah

Berjalan kaki pada bulan Ramadhan

Dimana itu adalah puasa perdana mereka lakukan.

Ayunan langkah kaki beliau

Berakhir disebuah gundukan pasir yang agak tinggi

Dibawah sebuah pohon yang rindang

Tempat itu menjadi saksi

Sujud-sujud panjang

Dan lantunan doa’ dari seorang

Pemimpin mulia, Rasulullah SAW

“Ya Allah,,,,aku menagih janji-Mu kepadaku”

“Ya Allah,,,,berikanlah kepada kami kepastian Janji-Mu”

“Besok kami semua akan berperang melawan musuh-musuh-Mu

“Jika kami semua besok mati, maka jangan pernah Engkau

“Berharap diri-Mu akan disembah lagi diatas bumi ini!!”

Dalam tangisan cinta & munajat syahdu

Kali itu tangan beliau menengadah dengan

Tinggi…setinggi-tingginya

Sampai-sampai, selempang beliau terjatuh ke tanah

Abu bakar ra menghampirinya, seraya berkata

“cukup,,,cukup,,,cukuplah wahai Rasulullah

“Rabb-Mu pasti mendengarkan”

Sambil beliau menangis juga dan mengembalikan

Selendang Rasulullah ke pundaknya

Wahai…jiwa-jiwa badar

Wahai…jiwa-jiwa kader sejati

Wahai…jiwa-jiwa pemburu surga

Mari kita berkumul di lapangan jihad ini

Saksiksan kami duhai Allah

Tidak ada yang kami cari kecuali Ridho-Mu

Kami butuh kemenangan atas perjuangan ini, Ya Allah

Bukan karena kemenangan itu semata,

Namun kemenangan itu adalah pengakuan-Mu

Atas benarnya iman dan ‘amal kami Ya Allah.

Balikpapan, gang Depag
Gelisah,’’malam-malam yang tenang”

→ 1 CommentKategori: hikmah · kabar dunia · rupa-rupa
Ditandai: , , , , , ,

Sakit perut.. menuju hidayah.. [bag 3]

Maret 14, 2009 · & Komentar

bismillaahirrohmaanirrohiim

Ah. mungkin hanya kebetulan saja..

Tapi ternyata pendapatku ini salah.. minggu berikutnya aku benar-benar mengetahui, hikmah dari apa yang telah aku alami hari ini..

Hari senin, munurut emailku kemarin, aku ada undangan meeting hari ini dengan para GM. Jam 10 aing di Malang. Bertempat di Malang, aku harus berangkat pagi ini. Perjalanan ke Malang biasanya 2 jam. Tapi kalau macet di jalan bisa lebih lama.

Sesampainya di terminal, segera aku pilih bis Patas Jaya, biar cepet sampai. Sekitar sepuluh menit setelah menunggu jadwal keberangkatan, bis melaju dengan cepat menuju kota Malang. Pukul tujuh tepat. Istirahat sejenak, melanjutkan tidur pagiku yang kurang, sepertinya bisa aku lakukan. Dinginnya AC membuat kantukku semakin membuatku sebera terlelap.

Hmm… sudah dimana aku, kulihat jam tanganku. Sudah jam tujuh empat lima. Berarti sudah empat puluh lima menit perjalananku. Masih satu jam lebih sisanya. Kucoba menyandarkan kembali tubuhku pada kursi.

Namun tiba-tiba, perutku terasa sakit. Mules..

Selengkapnya disini.

→ 4 CommentsKategori: hikmah
Ditandai: , , , ,

Sakit perut.. menuju hidayah.. [bag 2]

Maret 14, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

bismillahirrohmaanirrohiim

Lho Dan, alhamdulillah nih Dan. Kemajuan besar. Kamu bisa sholat awal waktu..

Iya Wan, tadi kan kamu yang ajak..

Wawanpun tersenyum, padahal kebetulan saja Wan, sambil menunaikan hajatku.. pikirku..

Tak terasa sudah sudah hampir jam tiga sore. Dua jam lagi pulang nih.. Tugas-tugasku sudah kuselesaikan semua, tinggal beberapa laporan untuk presentasiku minggu depan perlu aku siapkan.

Selengkapnya disini.

→ Tinggalkan KomentarKategori: hikmah
Ditandai: , , ,

miror blog

Maret 6, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

bismillaahirrohmaanirrohiim

beberapa hari ini sungguh sangat berat, alhamdulillah Allah masih memberikan kekuatan untuk tetap bisa menulis meskipun agak tersendat. Untuk saudara-saudaraku yang
karena beberapa alasan, saya miror blog saya ini di

semoga bisa memberikan manfaat..

→ Tinggalkan KomentarKategori: hikmah · kabar dunia · rupa-rupa

KehendakNya.. [bag 2]

Februari 27, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

bismillaahirrohmaanirrohiim

Segera Donipun mengeluarkan soal ujiannya dan kamipun sangat terkejut…

Lho, Don ko soalmu begitu sih..

Begitu apaan dik ?

Agak beda kelihatannya dengan soalku..

Beda apanya dik ? yang bener saja sih.. Doni semakin penasaran dengan jawabanku.

Akupun segera mengeluarkan soal ujianku. Sekilas, memang tidak ada yang beda dengan dua lembar soal ini. Pertanyaan semua nomor sama. Hanya memang, “multiple coice answernya” ini yang kemudian menghentak kami berdua.

Soal ini berbeda !!!

Keringat dingin keluar dari dahi kami berdua, dan kamipun saling memandang.

Don, suwer don, aku nda tahu kalau soalnya beda.. Aku kira semua sama, karena tidak ada kode pembeda soalnya.

Coba dik, kita amati lagi, apa yang membedakan soal kita ya…

Sempat agak lama, kami mengamati perbedaan dari soal kami berdua. Kami tidak merasa mengisi ada kode soal, yang akan mengingatkan kami bahwa soal kami berbeda. Lantas apa yang akan menjadi pembeda bagi tim penilai untuk mengetahui nilai kami ?

Disaat kegundahan yang mulai menyesakkan dada kami itulah kemudian Doni ingat akan satu hal.

Dik, ingat nda kamu. Soal ini dibagi sebendel dengan lembar jawabannya.

Apa maksudmu Don..

Biasanyakan soal terpisah dari lembar jawaban dan selalu dibagikan bergantian. Tapi kali ini, lembar jawabannya sudah berada dalam soal yang dibagikan. Dan semua peserta mendapatkan yang sama.

Saat itu Doni kemudian sibuk mengamati soalnya kembali dengan seksama, dan kemudian berdecak.

Soalnya beda Dik, ini yang membedakannya..

Doni kemudian menunjuk deretan abjad dan angka yang ada di footnote soal kami. Memang sekilas, foot note tersebut sama, kecuali empat karakter terakhirnya.

Dan kamipun menjadi yakin, bahwa lembar jawaban yang sudah dibagikan bersama dengan lembaran soal ini sudah mempunyai kode footnote yang sama.

Pandai, memang dengan demikian para peserta ujian tidak akan menyangka bahwa soalnya berbeda. Karena mereka tidak mengisi kode soal. Yang perlu dipastikan adalah pengawas harus menyerahkan soal dan lembar jawaban yang sudah dibendel kepada orang yang sama.

Kira-kira satu bulan setelah ujian tersebut, aku mendapatkan surat pemberitahuan bahwa aku diterima di PTS tersebut. Saat itu akupun segera bertanya kepada Doni, berharap diapun menerima surat yang sama.

Namun, sampai batas waktu konfirmasi daftar ulang. Doni tidak menerima surat panggilan sebagaimana aku terima..

Ya rabbi.. ampunilah  kesalahan kami.
Amiin

→ Tinggalkan KomentarKategori: hikmah
Ditandai: , , , , , , ,